Cara Mencuci Mobil Sehabis Hujan

Waspadai Air Hujan bisa Merusak Body dan Cat Mobil

Memasuki musim penghujan perawatan mobil harus dilakukan ekstra mulai mengganti karet wiper, merotasi ban mobil sampai lebih sering mencuci mobil. Nah guyuran air hujan ternyata berbahaya bagi mobil, berbeda dengan air biasa dimana air hujan ini lebih bisa menyebabkan karat dan buramnya cat dibanding air biasa.
Air Hujan Mengandung Garam
Sebagian besar uap air (awan) dihasilkan dari penguapan air laut yang membawa sedikit garam, karena perbandingan air laut dengan air di darat sangat besar bahkan tidak sebanding. Air dengan sedikit garam ini ternyata cukup tajam untuk cat mobil, ketika dia dilap sebenarnya secara tak kasat mata cat telah digores oleh air hujan ini sehingga sering dikatakan air hujan berbahaya untuk cat mobil.

Air yang mengandung garam ini akan dengan cepat membuat logam berkarat daripada air biasa/ mata air/ PAM, body/ bagian mobil yang terbuat dari logam adalah musuh utama dari air hujan ini. Seringnya terkena air hujan yang tidak dibilas dengan air PDAM ini yang menyebabkan mobil keropos.
Air hujan juga memiliki PH yang tidak seimbang yaitu cenderung asam dengan PH rata-rata untuk hujan normal adalah 6 sementara untuk hujan yang tidak normal (hujan asam) PH lebih asam lagi yakni dibawah 6 sekitar 5,6. Sementara untuk air tawar yang baik seperti dari mata air atau PAM yang baik memiliki PH standar yakni 7 sampai 8,5.
Ketidak seimbangan PH misalnya terlalu asam/ basa ternyata bisa merusak cat mobil yakni mengkorosi cat mobil, semakin asam air juga bisa mempercepat reaksi karat pada logam.
Kesimpulan: Air hujam mengandung garam dan asam yang bisa merusak cat dan membuat logam berkarat, mobil menjadi lebih cepat buram dan cepat berkarat (akibat garam dan asam)
Air Hujan memiliki kadar Oksigen lebih Tinggi
Air hujan ini sebelum terbentuk adalah awan yang berterbangan dan memiliki kandungan oksigen lebih banyak, dimana sebenarnya oksigen inilah yang membuat logam berkarat (oksidasi logam)
Jika guyuran air hujan mengenai logam, maka air dengan tingkat oksigen tinggi ini akan langsung masuk ke retakan mikro permukaan logam dan mengisi retakan-retakan mikro tersebut dengan air+oksigen dan menjadikan karat.

Biasanya bodi mobil yang terkena hujan dapat menimbulkan bercak-bercak putih di cat-nya, akibat air hujan yang mengandung asam mengering (terutama dibagian kap mesin karena panasnya). Untuk itu mencuci mobil setelah terkena hujan adalah suatu keharusan.

Tips-nya adalah, tunggu sampai mesin tidak panas lagi (+/- 1 atau 2 jam), setelah itu siramlah seluruh bodi dengan air bersih dengan tekanan air yang ringan (kalau bisa cucilah mobil dibawah carport). Cuci bersih lap chamois di bawah air mengalir untuk melepaskan kotoran kerikil (kalau bisa Anda punya sampai 4 lap). Jangan lupa setelah pembasahan awal, gosok bodi mobil memakai lap chamois tadi sambil di aliri air. Hindari mengosok bodi mobil tanpa air mengalir, karena hanya akan membuat baret tambahan pada bodi.

Setelah seluruh bodi dibasahi dan dicuci, sekarang saatnya membuat campuran air dan shampo ber-PH 7 atau netral. Gosok bodi mobil jangan memakai lap chamois yang pertama. Setelah semua bodi diberikan shampo, siramlah bodi dengan air bertekanan ringan.

Untuk bagian bawah bodi, pakailah air bertekanan sedang sampai tinggi untuk melepas kotoran yang menempel. Jangan lupa gosok-gosok dengan busa karet bagian bawah yang terjangkau tangan. Gosok dengan shampo dan siram kembali.

Setelah mobil di siram bersih dari bekas shampo, segera keringkan. Jangan lupa untuk memakai lap chamois yang lain.

Bila Anda punya waktu luang lebih, pakaikan wax untuk bodi mobil Anda, agar catnya tidak cepat memudar. Gosok memakai kain micro dengan tekanan ringan saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *